SAYA PASTI MASUK SORGA

 

Kebanyakan orang Kristen ragu-ragu akan ke mana mereka setelah mati. Tetapi di sini kami ingin mengatakan bahwa seandainya kami mati  PASTI MASUK SORGA. Kami tidak akan masuk NERAKA, kami juga tidak akan mampir dulu di api penyucian. Kami yakin betul kalau mati PASTI MASUK SORGA.

Untuk masuk Sorga bukan sifatnya mudah-mudahan, kebanyakan orang mengatakan “mudah-mudahan.” Untuk masuk Sorga juga bukan TERSERAH TUHAN, kebanyakan orang Kristen mengatakan “terserah Tuhan. Di sini kami ingin memberitahukan kepada siapapun yang membaca tulisan ini bahwa SAYA PASTI MASUK SORGA.

Berikut alasan kami yang alkitabiah:

Pertama : Saya orang yang berdosa (Roma 3:23)

Kedua : Upah dosa adalah maut., jadi SEHARUSNYA saya dihukum di Neraka (Roma:6:23)

Ketiga : Tuhan menebus dosa-dosa saya (Yoh 3:16) Jadi dosa saya telah ditebus Tuhan di dengan kematian di kayu salib

Keempat : Tuhan turun ke alam maut menggantikan hukuman yang seharusnya saya tanggung (Ef 4:9). Jadi saya tidak akan masuk Neraka karena Tuhan telah menggantikan saya dihukum.

Kelima : Saya PASTI MASUK SORGA, “Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah” Roma 5:9

 

Bagaimana dengan anda?

 

GBU.

Posisi alkitabiah, berhati alkitabiah, berpikir alkitabiah 

Bunda Maria Bukan Bunda Allah

MARIA BUKAN BUNDA ALLAH

Per Mariam ad Jesum adalah ungkapan dalam bahasa Latin yang antinya melalui Maria menuju Yesus. Ajaran ini dihembuskan oleh gereja Katolik sejak konsili Efesus yang pada intinya adalah wajib untuk berdoa kepada Maria karena sebagai jembatan antara manusia dan Allah. Konsep ini tertanam kuat di kalangan umat katolik. Melalui tulisan ini saya ingin membuktikan bahwa konsep tersebut tidaklah alkitabiah.

A. Pengantara itu bukan Maria
“Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus,” I Timotius 2:5

“Dan kepada Yesus, Pengantara perjanjian baru, dan kepada darah pemercikan, yang berbicara lebih kuat dari pada darah Habel,” Ibrani 12:24

Jadi pengantara kepada Allah bukanlah Maria tetapi Tuhan Jadi secara alkitabiah Maria bukanlah pengantara bagi manusia dan Allah. Maria adalah perempuan biasa yang terpilih sebagai bunda Yesus bukan bunda Allah. Artinya Allah memilih Maria sebagai bunda Yesus ketika Ia menjelma menjadi manusia. Status bunda Yesus hanya berlaku di dunia saja. Status itu tidak berlaku sampai ke Sorga. Sekarang Maria di Sorga bukanlah berstatus sebagi bunda Allah. Ia hanya manusia biasa yang menghuni Sorga. Jadi bunda Yesus dengan bunda Allah adalah dua hal yang berbeda.

B. Maria tidak mungkin bisa mendoakan kita
“Ora pro nobis peccatoribus, nunc et in hora mortis nostrae” doakanlah kami yang berdosa ini, sekarang dan waktu kami mati. Istilah tersebut adalah cuplikan dari sebagian dari “Doa Salam Maria.” Konsep yang tidak alkitabiah apabila Maria yang telah mati sanggup mendoakan kita yang masih hidup bahkan orang-orang yang sudah mati.
Dalam dokumen Konstitusi Dogmatis tentang Gereja yang dituangkan dalam Lumen Gentium 66 mengukuhkan pendapat tersebut di atas. Mereka telah melakukan penyimpangan-penyimpangan dan membangun ajara-ajaran yang tidak alkitabiah. Di mana alkitabiahnya adalah orang yang sudah mati (Maria) tidak mungkin mendoakan orang yang masih hidup. Demikian juga Maria yang sudah mati tidak mungkin bisa mendoakan orang yang sudah mati. Saya yakin bunda Maria yang sekarang ada di sorga akan sangat sedih melihat umat katolik yang menghormatinya secara berlebihan. Saya juga yakin bahwa Maria sangat tidak berkeinginan diangkat sebagai BUNDA ALLAH, karena baginya, terpilih sebagai bunda YESUS sudah merupakan anugerah yang tiada tara baginya.

Penyimpangan Melalui Ibadah Pelepasan

Ditampilkan dalam blog Indonesia, blog gratis, dengan lampiran buku murah dan buku gratis. Diedit oleh orang-orang yang mencintai ajaran Kristen yang alkitabiah. Kami mengundang anda para penulis yang merindukan karyanya dibagikan secara gratis maupun ingin menjualnya dengan semurah mungkin silahkan iklankan di blog ini.

Artikel ini dirangkum dari buku Gbl. Firman Legowo yang berjudul Ibadah Pelepasan. Di mana di dalamnya dapat dirangkum sebagai berikut:

Konsep yang Tidak Alkitabiah

Pada prakteknya, ajaran tentang ibadah pelepasan sangat bertentang dengan doktrin keselamatan yang alkitabiah. Manifestasi-manifestasi yang berlebihan diperagakan dengan tidak me,perhatikan kaidah yang alkitabiah. Dan mayoritas yang mengikuti ibadah pelepasan adalah orang Kristen itu sendiri. Yang dilepaskan dan yang berperan sebagai si penengking sama-sama orang Kristen. Lalu di mana letak ketidak-alkitabiah-an dari ajaran ini? Orang Kristen masih perlu dilepaskan! Inilah letak kesalahan dalam memahami konsep doktri keselamatan. Bagaimana mungkin orang Kristen yang sudah lahir baru, masih ada iblis di dalamnya? Bagaimana mungkin Roh Kudus yang adalah Allah berdiam bersama-sama di dalam diri orang Kristen yang telah lahir baru? Saya tidak dapat membayangkan efek kesesatan yang sudah, sedang dan akan terjadi pada kekristenan apabila ajaran tentang ibadah pelepasan tidak diluruskan. Efek negatif yang terjadi adalah adanya arus ribuan manusia yang mendatangi Kebaktian Penyembuhan Illahi yang akhirnya bisa dilihat sekarang ini, orang-orang yang mengaminkan ajaran tersebut mengimani Tuhan Yesus dengan salah. Mereka mencari Yesus demi berkat duniawi, demi penyembuhan penyakit, demi karir, demi jodoh, dll. Mereka tidak mencari YESUS YANG MENYELAMATKAN dari dosa.

Si pemegang otoritas dalam ibadah pelepasan biasanya mengeluarkan kata-kata yang berlebihan, seperti “saya perintahkan, saya patahkan, saya tengking, dll.” Itupun diucapkan dalam kata-kata yang meninggi (dalam beberapa kasus kata-kata tersebut disertai dengan teriakan-teriakan histeris). Seolah-olah mereka mengetahui tempat persembunyian iblis di dalam diri orang “Kristen.” Bahkan di kalangan mereka, dari mulut ke mulut dipopulerkan ajaran tentang klasifikasi “keterikatan roh.” Ada yang keterikatan roh zinah, ada yang keterikatan roh rokok, ada yang keterikatan roh judi, dll. Darimana dasar alkitabiahnya? Jawabannya sebenarnya mudah saja, orang-orang yang masih berzinah, berjudi, dll, adalah orang-orang yang belum LAHIR BARU alias belum KRISTEN walaupun KTPnya Kristen.

Konsep Pelepasan yang Alkitabiah

“Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih,” Kolose 1:13. Kata “melepaskan” di dalam bahasa Yunani tertulis “errusato” yang memiliki bentuk aorist passive indicative orang ketiga tunggal dari kata “ruomai.” yang artunya mengirim/ melepaskan/ membebaskan. Merujuk pada konteks ayat tersebut maka orang-orang yang percaya kepada Kristus telah dilepaskan dari kuasa kegelapan. Bentuk aorist adalah bentuk lampau/ past tense sehingga tepat sekali Lembaga Alkitab Indonesia menterjemahkannya dengan kata “telah.” Telah dilepaskan memiliki arti pelepasan terjadi pada orang Kristen yang lahir baru sekali seumur hidup, dan terjadinya pelepasan adalah pada saat mereka percaya dan bertobat serta menerima Kristus sebagai Juruselamat.

Bentuk passive voice kalau diartikan ke dalam bahasa Indonesia biasanya diawali dengan awalan”di” yang berarti “telah dilepaskan.” Sedangkan bentuk orang ketiga tunggal adalah kata ganti orang atau pelaku, “ia”apabila berbentuk kalimat aktif, berhubung kalimat tersebut berbentuk aktif maka ditempatkan dibelakang kata kerja menjadi “nya.” Dalam konteks ayat tersebut “errusato” berarti “telah dilepaskanNya.” Ini menjadi penting demi meluruskan konsep yang tidak alkitabiah yang terjadi pada ibadah pelepasan. Siapa yang dilepaskanNya? Setiap orang Kristen yang telah lahir baru. Siapa yang melepaskan kita? Tuhan Yesus langsung, tanpa melalui penengkingan, tanpa melalui pematahan, dll. Kapan kita dilepaskan? Ketika kita bertobat dan percaya kepada Kristus yang telah mati menggantikan hukuman yang seharusnya kita tanggung dan bangkit pada hari ketiga.

Jadi orang Kristen tidak perlu dilepaskan lagi. Oarng yang belum Kristenlah yang harus dilepaskan oleh Tuhan dengan cara bertobat dan percaya kepadaNya. Apabila kita menemukan seorang Kristen yang jatuh ke dalam perzinahan maka tuntunlah mereka kepada pertobatan, janganlah kita “berlagak” berkuasa dengan tengkingan-tengkingan yang hanya menjadi bahan ejekan iblis. Iblis tidak takut pada tengkingan tetapi yang ditakutkan iblis adalah ketika seseorang bertobat dan percaya kepada Kristus menjadi seorang Kristen yang lahir baru.

PERTAHANAN YANG DIBANGUN SALOMO

PERTAHANAN YANG DIBANGUN SALOMO


(2 Tawarikh 9 : 25)
Salomo mempunyai juga EMPAT RIBU (4.000) kandang untuk kuda-kudanya dan kereta-keretanya dan dua belas ribu (12.000) orang berkuda, yang ditempatkan dalam kota-kota kereta dan dekat raja di Yerusalem.
(1 Raja-raja 4 : 26)
Lagipula Salomo mempunyai kuda EMPAT PULUH RIBU (40.000) kandang untuk kereta-keretanya dan dua belas ribu (12.000) orang berkuda.
JAWABAN
1. Kata “urwot” adalah bentuk jamak dari “arawyah,” merujuk pada kandang-kandang/ atau garasi-garasi tempat kereta kuda dan kuda-kudanya “bermarkas.” Kata “kuda-kudanya dan kereta-keretanya membuktikan bahwa dalam satu kereta memiliki sepuluh kuda yang lasim digunakan sebagai penarik kereta perang. Untuk memudahkan pergerakan dan mobilisasi pertempuran maka “garasi”/arawyah disekitarnya terdapat kandang-kandang bagi SEPULUH kuda yang merupakan penarik dari SATU kereta perang.
2. JADI Salomo memiliki 4000 “garasi”/arawyah untuk kereta-kereta perangnya 2 Tawarikh 9:25 dan 40.000 kandang kuda sebagai penarik kereta perangnya.

PEMBANGUNAN ISTANA SALOMO

PEMBANGUNAN ISTANA SALOMO
(1 Raja-raja 7 : 26)
Tebal “laut” itu setapak tangan dan tepinya serupa tepi piala, seperti bunga bakung yang berkembang. “Laut” itu dapat memuat DUA RIBU (2.000) bat air. bandingkan dengan
(2 Tawarikh 4: 5)
Tebal “laut” itu setapak tangan dan tepinya serupa tepi piala, seperti bunga bakung yang berkembang. “Laut” itu dapat memuat TIGA RIBU (3.000) bat air.
JAWABAN
1. Kata “ya-khil” selain dapat diartikan jumlah sesungguhnya atau “berisi”, juga dapat diartikan “kapasitas”
2. Jadi dalam I Raja-raja 7:26 “Laut” itu berisi 2000 bat air yang sebenarnya sanggup memuat 3000 bat air atau kapasitasnya 3000 bat air 2 Tawarikh 4:5. Bandingkan dengan (Yeh. 23:32)

JUMLAH MUSUH (ORANG AMON & ARAM) YANG DIKALAHKAN DAUD

JUMLAH MUSUH (ORANG AMON & ARAM) YANG DIKALAHKAN DAUD
(2 Samuel 10 : 18)
Tetapi orang Aram itu lari dari hadapan orang Israel, dan Daud membunuh dari orang Aram itu TUJUHRATUS (700) ekor kuda kereta dan empat puluh ribu orang PASUKAN BERKUDA. SOBAKH panglima perang mereka dilukainya sedemikian hingga ia mati di sana.
(1 Tawarikh 19: 18)
Tetapi orang Aram itu lari dari hadapan orang Israel, dan Daud membunuh dari orang Aram itu TUJUHRIBU (7.000) ekor kuda kereta dan empat puluh ribu orang PASUKAN BERJALAN KAKI, SOFAKH panglima tentara itu dibunuhnya.
Jawaban
1. Kata “rekhef” merujuk pada pasukan kereta kuda yang memiliki kecepatan luar biasa sebab dalam satu kereta biasa ditarik oleh SEPULUH ekor kuda, dan dikengendarai oleh seorang PERWIRA pasukan (Keluaran 14:7). Jadi dalam 2 Samuael 10:18, Menghancurkan 700 kereta kuda, (BUKAN 700 EKOR KUDA), dan di dalam I Tawarikh 19:18 menjelaskan tentang jumlah kuda penarik kereta sebanyak 7000 ekor yang terbunuh.
2. Kata “parashim” adalah bentuk jamak dari kata “parash” yang artinya “pasukan berkuda, dimana pada 2 Samuel 10:18 Daud membunuh 40.000 pasukan berkuda
3. Kata “rag-li” dalam I Tawarikh merujuk pada “pasukan pejalan kaki” yang dibunuh sejumlah 40.000 pasukan
4. MAKA KESIMPULANNYA adalah: Daud membunuh 7000 ekor kuda penarik 700 kendaraan kereta kuda, membunuh 40.000 pasukan berkuda/ kavaleri DAN JUGA membunuh 40.000 pasukan pejalan kaki/infanteri.

PERBEDAAN USIA YOYAKHIN SAAT MENJADI RAJA DI YERUSALEM

PERBEDAAN USIA YOYAKHIN SAAT MENJADI RAJA DI YERUSALEM
(2 Tawarikh 36 : 9)
Yoyakhin berumur DELAPAN TAHUN pada waktu ia menjadi raja dan TIGA BULAN SEPULUH HARI lamanya ia memerintah di Yerusalem. Ia melakukan apa yang jahat di mata Tuhan. bandingkan dengan
(2 Raja-Raja 24 : 8)
Yoyakhin berumur DELAPAN BELAS TAHUN pada waktu ia menjadi raja dan TIGA BULAN lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Nehusta binti Elnatan, dari Yerusalem.
Jawaban:
1. Kata “be-malekho” dalam kasus “hophal” berarti “telah menjadi raja pada waktu,” jadi Yoyakhin telah menjadi raja pada umur DELAPAN tahun.
2. Kemudian, karena masih terlalu kecil maka ibunyalah yang menggantikan sementara pemerintahannya hingga Yoyakhin dewasa, “Katakanlah kepada raja dan kepada ibu suri: “Duduklah di tempat yang rendah sekali, sebab mahkota kemuliaanmu sudah turun dari kepalamu!” Yeremia 13:18
3. Setelah Yoyakhin berumur 18 tahun maka tongkat kerajaan sepenuhnya diberikan kepadanya 2 Raja-raja 24:8 dan beliau banyak melakukan kejahatan di mata Tuhan.
4. Tiga bulan setelah tampuk kepemimpinan diserahkan sepenuhnya kepada Yoyakhin, beliau dan ibu Suri ditangkap oleh raja Babel
5. Ada perbedaan 10 hari lamanya pemerintahan di 2 Tawarikh 36:9 disebabkan dihitungnya waktu prosesi peralihan dan pentahbisan beliau sebagai raja.

GAP THEORY TIDAK ALKITABIAH

GAP THEORY & BUMI BERPUTAR PADA POROSNYA TIDAK ALKITABIAH

Beresith bara Elohim et ha-shaMayim we-et ha Eretz
Pada mulanya Allah menciptakan dua langit itu dan bumi itu, Kejadian 1:1
We-ha-erets hayetah tohu wa-wohu we-choshech al-penei tenom we-Ruakh Elohim merachefet al Penei ham-Mayim.
Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air (Kejadian 1:2)
Wai-yomer Elohim ye-hi or wayehi or.
Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi. Kejadian 1:3

1. Kata “bara” adalah menciptakan/mewujudkan dari tidak ada, menjadi ada, menjadi sebuah wujud. Dalam kasus “Qal” kata “bara” dipergunakan untuk Allah, artinya siapapun tidak akan sanggup “menciptakan” sesuatu dari tidak ada menjadi ada selain Allah, hal ini diperkuat dengan kasus “Hiphil” dimana penyebab pencipitaan adalah Allah.

Sementara kata ”asah” memiliki arti “membuat” secara umum. Kej. 6:22, “melaksanakan” Kej. 7:5, “melakukan” Kej. 21:1.

Jadi kata “asah” adalah kata umum dan bermakna lebih luas, sementara kata “bara” dalam bentuk kata causative lebih spesifik pada kasus cipta-mencipta,
contoh: Ingatlah apa umur hidup itu, betapa sia-sia Kauciptakan semua anak manusia! Mazmur 89:47. Jadi ketika Alkitab menggunakan kata “bara” maka lebih tertuju pada urusan cipta-mencipta, sementara ketika mengunakan kata”asah” bermakna “melaksanakan, melakukan, dll.

2. Apakah terjadi GAP/jeda antara Kej. 1:1-2 dengan Kej. 1:3?
Kaum INJILI tidak kuasa menahan gempuran para ilmuwan “kira-kira.” Yang hanya berani “memperkirakan” umur bumi berusia jutaan tahun. Dengan dalil bahwa terdapat JEDA jutaan tahun pada masa antara Kej. 1:1-2 dengan Kej. 1:3, SEKALIPUN kaum INJILI sudah merasakan titik “aman” karena telah berhasil BERKOMPROMI dengan para ilmuwan “kira-kira” tetap saja kompromi adalah tindakan yang tidak alkitabiah.

Alkitab akan membuktikan bahwa umur bumi hanya 6000an tahun, dan sanggup membuktikan bahwa GAP THEORY/Teori JEDA tidak alkitabiah.

a. Perlu diperhatikan kata “tohu wa-wohu” dalam kasus “Niphal” bumi sudah DICIPTAKAN TETAPI belum jadi, kosong, belum sempurna, without form, hal ini diperkuat dengan kata “hayetah” yang adalah bentuk “Paal, Niphal”/ pasif lampau dari kata “hayah”. Karena bentuk “Niphal” maka BUKAN “MENJADI TIDAK BERBENTUK” melainkan “TELAH DIJADIKAN dalam keadaan tiada berbentuk.
b. Perlu diperhatikan pada Kej. 1:2 kata “ha-erets”/ bumi itu, tidak diikuti lagi oleh kata “ha-shamayim”/langit itu. Artinya langit sudah “berwujud” atau memiliki ruang yang sempurna sekalipun benda-benda penerang BELUM diciptakan. (akan dijelaskan lebih lanjut di point berikutnya).
c. Perlu diperhatikan kata “we-Ruakh Elohim merachefet” dan/maka Roh Allah melayang-layang. Kata “merachefet” dalam kasus “Piel” berarti “mengitari” atau “melayang mengitari” BUKAN melayang-layang TANPA TUJUAN dan TANPA ARAH, kata ini terdapat juga pada Ulangan 32:11 dimana dikatakan bahwa burung rajawali “terbang mengitari”/ flutters di atas anak-anaknya.
d. Perlu diperhatikan kata “we”/dan, pada “we-chosekh”/ maka gelap gulita, dan “we-Ruakh”/ Roh…, dalam versi LAI, we diterjemahkan dengan kata “DAN.” Dalam hal ini kata “DAN” sangat tepat karena merujuk pada KRONOLOGI WAKTU yang BERSAMAAN dan DALAM SATU KEJADIAN.
e. Perlu diperhatikan kata imperative “ye-hi” berakar kata “hayah” menjadi, yang diterjemahkan oleh Dr. Strong sebagai “EXIST.” JADI tidak ADA PENCIPTAAN TERANG, tetapi TERANG itu “Exist” karena keberadaan Ruakh Elohim/ Roh Allah.

3. KESIMPULAN ALKITABIAH
1. Tidak ada GAP antara Kej. 1:1-2 dengan Kej. 1:3 karena terjadi dalam satu kronologi kejadian “itulah hari Pertama.” Sehingga teori umur bumi yang jutaan tahun jelas tidak alkitabiah
2. Bumi Tidak pernah berputar pada porosnya, tidak memutari matahari, karena pada Kejadian 1:2 yang bergerak mengitari adalah Roh Allah yang mana ke-exist-an terang itu dipandang baik, sehingga gerakan Roh Allah inilah yang menimbulkan siklus terang dan gelap dalam SATU HARI “itulah hari PERTAMA”

Bagi SIAPAPUN JUGA yang sanggup membuktikan secara ALKITABIAH bahwa BUMI BERPUTAR DAN BERGERAK MENGELILINGI MATAHARI, maka anda sudah sanggup membuat saya pribadi “BERTOBAT,”
SEBALIKNYA…
Jika ternyata TIDAK SATUPUN yang sanggup membantah ajaran alkitabiah tentang BUMI TIDAK MENGELILINGI MATAHARI, maka ketika ajaran alkitabiah dikumandangkan “itulah bukti aku mengasihi kamu dan kamu mengasihi aku.

Jika Cara Berpakaian “SETAN” Lebih Sopan dari Cara Berpakain Wanita Kristen…

Jika Cara Berpakaian “SETAN” Lebih Sopan dari Cara Berpakain Wanita Kristen…

Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah, I Petrus 3:3

 

Pakaian yang Indah-indah, merujuk pada Text Yunani merupakan penggabungan kata dari “Imation” (pakaian) dan “kosmos”(dunia). Kata “kosmos” /dunia/duniawi, sangat memperjelas bagaimana layaknya seorang wanita Kristen alkitabiah berpakaian. “Kosmos” merujuk pada keduniawian atau trend mode yang mayoritas wanita menyukainya. Inilah batasan bagaimana cara wanita Kristen alkitabiah berpakaian, dimana tidak diperkenankan mengenakan pakaian yang trend mode-nya hanya memuaskan selera duniawi semata. Ketika ketidak-patutan, ketidak-sopanan, terpancar dari cara berpakaian wanita Kristen, maka muncul pertanyaan “INIKAH PARA WANITA PENGHUNI SORGA?”

Sekalipun kita tidak percaya adanya “kuntilanak” tetapi paling tidak kita bisa merenung dan memperhatikan “acting” mereka di layar televisi terutama cara mereka berpakaian, terlihat sopan dengan paha dan lengan yang tertutup.

JIKA CARA BERPAKAIAN

SEKALI SELAMAT TETAP SELAMAT TIDAK ALKITABIAH, once saved always safe

Once Saved Always Safe, Sekali Selamat Tetap Selamat Tidak Alkitabiah

SUBJUNCTIVE MOOD
Conditional Sentences atau Kalimat BERPOTENSI

“Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantinya”, Ibrani 10:35.

PERTAMA, kesalahan kalvinisme adalah menafsirkan ayat tersebut sebagai “nasehat omong kosong” dimana menurut nalar “Pemeiharaan Orang2 Kudus”nya Kalvinis, orang2 yang telah lahir baru/ percaya TIDAK MUNGKIN MELEPASKAN kepercayaan, pokoknya “SEKALI SELAMAT TETAP SAJA SELAMAT”

KEDUA, Istilah “melepaskan kepercayaan” ditafsirkan oleh mereka sebagai orang yang “pura-pura percaya” alias tidak percaya.

KETIGA, sekalipun orang-orang percaya melepaskan kepercayaan mereka, Tuhan menganggap bahwa mereka tidak sungguh-sungguh melepaskan kepercayaan, sehingga sekalipun mereka melepaskan kepercayaan mereka tetap saja mereka selamat karena “SEKALI SELAMAT TETAP SAJA SELAMAT”

BENARKAH NALAR SEPERTI INI?

Saya akan menunjukkan melalui ayat tersebut bahwa penafsiran pak John Calvin dan para pengikut2nya tidak ALKITABIAH

Bentuk kata “melepaskan”Αποβαλητε adalah 2nd aorist active subjunctive 2nd person plural dari ἀποβάλλω

1. Bentuk Subjunctive adalah conditional sentences atau kalimat yang mengandung POTENSI atau kalimat KEMUNGKINAN.

2. Bentuk 2nd person plural merujuk pada “kamu/kalian” orang-orang percaya/ orang-orang yang sungguh percaya BUKAN orang-orang yang PURA-PURA PERCAYA

3. Bentuk 2nd AORIST merujuk pada kalimat “finished action” yang mana waktu kejadiannya sangat relative atau “the time of action is a relative matter.” Artinya benar-benar “melepaskan” bukan “pura-pura” melepaskan.

4. Bentuk kalimat Active adalah bentuk kalimat yang obyeknya sebagai obyek penderita.
Contoh: Kamu (Subyek) melepaskan (active) kepercayaan (obyek penderita)
sedangkan kalimat passive adalah kalimat yang subyeknya sebagai obyek penderita.
Contoh: Kamu (Subyek penderita) dilepaskan (passive) kepercayaan (Obyek)
Karena berbentuk active maka orang-orang percaya tidak mungkin KEHILANGAN KESELAMATAN (passive) tetapi orang-orang percaya dapat MELEPASKAN KEPERCAYAAN (active)

Kesimpulan ALKITABIAH:
1. Bahwa Orang-orang yang sungguh-sungguh PERCAYA ada kemungkinan untuk sungguh-sungguh melepaskan KEPERCAYAAN

2. Kalimat Subjunctive mood adalah tipe kalimat kemungkinan yang TIDAK merujuk pada “pura-pura” percaya dan “pura-pura” melepaskan kepercayaan

3. MAKA teori “SEKALI SELAMAT TETAP SAJA SELAMAT” adalah teori yang bertentangan dengan ayat ini, karena orang-orang percaya ada kemungkinan untuk melepaskan kepercayaan mereka.

4. Kalimat tersebut di atas adalah nasihat supaya orang-orang percaya TETAP berpegang teguh pada iman percaya supaya TETAP SELAMAT, karena ada kemungkinan orang-orang percaya dapat melepaskan kepercayaan (SUBJUNCTIVE MOOD).

5. Orang-orang percaya TIDAK MUNGKIN KEHILANGAN KESELAMATAN (keselamatan tidak bisa dicuri, direbut, dll) Tetapi jika orang-orang percaya melepaskan kepercayaan mereka dengan kemauan sendiri dan tanpa paksaan maka LEPASLAH KESELAMATAN mereka.
INGAT, INGAT, INGAT!
Eling, Eling, Eling!
INGA, INGA, INGA!
Don’t Forget, Don’t Forget, Don’t Forget!
bentuk kalimatnya active “melepaskan” bukan kalimat passive “dilepaskan.”
“melepaskan” hampir sama artinya dengan “menghilangkan” bukan “KEHILANGAN”