Sempurna Berarti Lengkap

“Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap. Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna. Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap,” I Korintus 13:8-10.

Saya akan memberi perhatian khusus pada kata “sempurna.” “Sempurna” di dalam ayat tersebut adalah “teleion” berbentuk kata SIFAT, nominative netral. Bukan “teleios” yang berbetuk kata adverb atau kata keterangan. Apa perbedaan dari kedua kata ini. Kata SIFAT “teleion” berarti merujuk pada kesempurnaan atau kelengkapan “yang bersifat” misalnya, hukum, peraturan, tata tertib, dll. Sedangkan Kata keterangan/ adverb pada teleios merujuk pada keterangan waktu  dan tempat.

 Banyak kalangan yang menafsirkan yang sempurna adalah kedatangan Tuhan Yesus yang kdua kali. Sehingga mereka melegalkan wahyu-wahyu liar di luar Alkitab dan mengklaim bahwa wahyu tersebut berasal dari Tuhan. Saya ingin mengkoreksi pandangan tersebut. Bahwa kata “sempurna” di dalam ayat tersebut TIDAK berbentuk kata keterangan (adverb)  “teleios” melainkan berbentuk kata SIFAT ‘teleion. Sehingga TIDAK BISA diartikan sebagai kedatangan Tuhan Kedua Kali karena hal tersebutmerujuk pada kata keterangan.  

Oleh karena bentuk katanya adalah kata SIFAT nominative netral “teleion” maka sempurna yang dimaksud adalah LENGKAP yang merujuk pada “hukum yang lengkap.” Apakah hukum yang sempurna/ lengkap itu? Jawabannya adalah ALKITAB.

 Dan setelah yang sempurna/ lengkap/ teleion tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap. Apakah yang tidak sempurna itu? Yang tidak sempurna adalah yang berhubungan dengan pewahyuan /apokalupsis. Karena WAHYU TUHAN sudah sempurna yaitu ALKITAB dari Kejadian 1:1 sampai Wahyu 22:21 selesai ditulis maka Tuhan sudah tidak mendatangkan Wahyu tambahan lagi.

 Alkitab Tidak Boleh Ditambahi Dengan Wahyu Lain

Alkitab adalah wahyu Tuhan yang sempurna/ lengkap, sehingga TUHAN sudah tidak menurunkan lagi wahyuNya baik TULISAN maupun LISAN Apakah Kitab-kitab agama lain Firman Allah? Jawabannya BUKAN Firman Allah, karena di luar Alkitab, tidak ada Firman Allah tertulis.

 Demikian juga dengan kasus seseorang yang dapat berbicara langsung dengan Tuhan, Mendapat penglihatan dari Tuhan, Bahasa Roh, Nubuat, dll, Itu semua BUKAN DARI TUHAN. Karena setelah Wahyu 22:21 selesai ditulis Tuhan sudah tidak menurunkan wahyuNya, baik wahyu lisan (spoken word) maupun wahyu tertulis (written word).

 Bagaimana dengan rhema? Rhema adalah perkataan Tuhan, merujuk pada kesempurnaan wahyu Tuhan yaitu Alkitab, maka TUHAN sudah tidak mendatangkan lagi rhema.

 Apabila kita ingin mendapatkan pengajaran yang bersifat devosional maupun doktrinal tidak perlu cari-cari wahyu lain di luar Alkitab, cukup dengan + Doa Tiap Hari* Baca Kitab Suci + Kalau Mau Tumbuh._

 Kita tidak perlu mencari extra biblical authority (wahyu di luar Alkitab) karena dapat dipastikan yang berperan bukan lagi TUHAN.

 Menurut anda?

 GBU.

 Posisi alkitabiah, berhati alkitabiah, berpikir alkitabiah.

About these ads