GAP THEORY TIDAK ALKITABIAH

GAP THEORY & BUMI BERPUTAR PADA POROSNYA TIDAK ALKITABIAH

Beresith bara Elohim et ha-shaMayim we-et ha Eretz
Pada mulanya Allah menciptakan dua langit itu dan bumi itu, Kejadian 1:1
We-ha-erets hayetah tohu wa-wohu we-choshech al-penei tenom we-Ruakh Elohim merachefet al Penei ham-Mayim.
Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air (Kejadian 1:2)
Wai-yomer Elohim ye-hi or wayehi or.
Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi. Kejadian 1:3

1. Kata “bara” adalah menciptakan/mewujudkan dari tidak ada, menjadi ada, menjadi sebuah wujud. Dalam kasus “Qal” kata “bara” dipergunakan untuk Allah, artinya siapapun tidak akan sanggup “menciptakan” sesuatu dari tidak ada menjadi ada selain Allah, hal ini diperkuat dengan kasus “Hiphil” dimana penyebab pencipitaan adalah Allah.

Sementara kata ”asah” memiliki arti “membuat” secara umum. Kej. 6:22, “melaksanakan” Kej. 7:5, “melakukan” Kej. 21:1.

Jadi kata “asah” adalah kata umum dan bermakna lebih luas, sementara kata “bara” dalam bentuk kata causative lebih spesifik pada kasus cipta-mencipta,
contoh: Ingatlah apa umur hidup itu, betapa sia-sia Kauciptakan semua anak manusia! Mazmur 89:47. Jadi ketika Alkitab menggunakan kata “bara” maka lebih tertuju pada urusan cipta-mencipta, sementara ketika mengunakan kata”asah” bermakna “melaksanakan, melakukan, dll.

2. Apakah terjadi GAP/jeda antara Kej. 1:1-2 dengan Kej. 1:3?
Kaum INJILI tidak kuasa menahan gempuran para ilmuwan “kira-kira.” Yang hanya berani “memperkirakan” umur bumi berusia jutaan tahun. Dengan dalil bahwa terdapat JEDA jutaan tahun pada masa antara Kej. 1:1-2 dengan Kej. 1:3, SEKALIPUN kaum INJILI sudah merasakan titik “aman” karena telah berhasil BERKOMPROMI dengan para ilmuwan “kira-kira” tetap saja kompromi adalah tindakan yang tidak alkitabiah.

Alkitab akan membuktikan bahwa umur bumi hanya 6000an tahun, dan sanggup membuktikan bahwa GAP THEORY/Teori JEDA tidak alkitabiah.

a. Perlu diperhatikan kata “tohu wa-wohu” dalam kasus “Niphal” bumi sudah DICIPTAKAN TETAPI belum jadi, kosong, belum sempurna, without form, hal ini diperkuat dengan kata “hayetah” yang adalah bentuk “Paal, Niphal”/ pasif lampau dari kata “hayah”. Karena bentuk “Niphal” maka BUKAN “MENJADI TIDAK BERBENTUK” melainkan “TELAH DIJADIKAN dalam keadaan tiada berbentuk.
b. Perlu diperhatikan pada Kej. 1:2 kata “ha-erets”/ bumi itu, tidak diikuti lagi oleh kata “ha-shamayim”/langit itu. Artinya langit sudah “berwujud” atau memiliki ruang yang sempurna sekalipun benda-benda penerang BELUM diciptakan. (akan dijelaskan lebih lanjut di point berikutnya).
c. Perlu diperhatikan kata “we-Ruakh Elohim merachefet” dan/maka Roh Allah melayang-layang. Kata “merachefet” dalam kasus “Piel” berarti “mengitari” atau “melayang mengitari” BUKAN melayang-layang TANPA TUJUAN dan TANPA ARAH, kata ini terdapat juga pada Ulangan 32:11 dimana dikatakan bahwa burung rajawali “terbang mengitari”/ flutters di atas anak-anaknya.
d. Perlu diperhatikan kata “we”/dan, pada “we-chosekh”/ maka gelap gulita, dan “we-Ruakh”/ Roh…, dalam versi LAI, we diterjemahkan dengan kata “DAN.” Dalam hal ini kata “DAN” sangat tepat karena merujuk pada KRONOLOGI WAKTU yang BERSAMAAN dan DALAM SATU KEJADIAN.
e. Perlu diperhatikan kata imperative “ye-hi” berakar kata “hayah” menjadi, yang diterjemahkan oleh Dr. Strong sebagai “EXIST.” JADI tidak ADA PENCIPTAAN TERANG, tetapi TERANG itu “Exist” karena keberadaan Ruakh Elohim/ Roh Allah.

3. KESIMPULAN ALKITABIAH
1. Tidak ada GAP antara Kej. 1:1-2 dengan Kej. 1:3 karena terjadi dalam satu kronologi kejadian “itulah hari Pertama.” Sehingga teori umur bumi yang jutaan tahun jelas tidak alkitabiah
2. Bumi Tidak pernah berputar pada porosnya, tidak memutari matahari, karena pada Kejadian 1:2 yang bergerak mengitari adalah Roh Allah yang mana ke-exist-an terang itu dipandang baik, sehingga gerakan Roh Allah inilah yang menimbulkan siklus terang dan gelap dalam SATU HARI “itulah hari PERTAMA”

Bagi SIAPAPUN JUGA yang sanggup membuktikan secara ALKITABIAH bahwa BUMI BERPUTAR DAN BERGERAK MENGELILINGI MATAHARI, maka anda sudah sanggup membuat saya pribadi “BERTOBAT,”
SEBALIKNYA…
Jika ternyata TIDAK SATUPUN yang sanggup membantah ajaran alkitabiah tentang BUMI TIDAK MENGELILINGI MATAHARI, maka ketika ajaran alkitabiah dikumandangkan “itulah bukti aku mengasihi kamu dan kamu mengasihi aku.

Jika Cara Berpakaian “SETAN” Lebih Sopan dari Cara Berpakain Wanita Kristen…

Jika Cara Berpakaian “SETAN” Lebih Sopan dari Cara Berpakain Wanita Kristen…

Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah, I Petrus 3:3

 

Pakaian yang Indah-indah, merujuk pada Text Yunani merupakan penggabungan kata dari “Imation” (pakaian) dan “kosmos”(dunia). Kata “kosmos” /dunia/duniawi, sangat memperjelas bagaimana layaknya seorang wanita Kristen alkitabiah berpakaian. “Kosmos” merujuk pada keduniawian atau trend mode yang mayoritas wanita menyukainya. Inilah batasan bagaimana cara wanita Kristen alkitabiah berpakaian, dimana tidak diperkenankan mengenakan pakaian yang trend mode-nya hanya memuaskan selera duniawi semata. Ketika ketidak-patutan, ketidak-sopanan, terpancar dari cara berpakaian wanita Kristen, maka muncul pertanyaan “INIKAH PARA WANITA PENGHUNI SORGA?”

Sekalipun kita tidak percaya adanya “kuntilanak” tetapi paling tidak kita bisa merenung dan memperhatikan “acting” mereka di layar televisi terutama cara mereka berpakaian, terlihat sopan dengan paha dan lengan yang tertutup.

JIKA CARA BERPAKAIAN

SORGA KEKEKALAN TIDAK BERSUSUN SEPERTI KUE LAPIS LEGIT

Sorga Kekekalan Bukan Bertingkat Seperti Kue Lapis Legit

Alkitab memberitahukan kepada kita bahwa orang-orang yang telah mengaminkan penebusan Kristus akan terlepas dari hukuman Allah dan masuk sorga kekekalan dan menjadi “warga kerajaan sorga.”

Permasalahan muncul ketika banyak “oknum” menafsirkan sorga tanpa dasar dan pengertian yang alkitabiah.

1.       Sorga kekekalan tidak bertingkat seperti kue lapis legit atau selayaknya gedung bertingkat.

-          Jika karena alasan “timbangan” perbuatan, membuat si “A” di sorga tingkat satu dan si “B” ditingkat  tiga, maka seharusnyalah neraka juga harus bertingkat, karena tingkat kejahatan manusia berbeda2

2.       Apalagi ada “oknum” yang mengklaim telah naik ke sorga tingkat tujuh bahkan oknum “YP” mengklaim diri pernah diangkat ke sorga tingkat kesembilan adalah klaim yang sah-sah saja namun dapat dipastikan tidak alkitabiah.

Ketika berbicara tentang sorga, maka Alkitab merujuk pada lokasi atau tempat yang letaknya di atas sana. Atau sering disebut sebagai langit atau langit2

1.       Indikasi langit yang diciptakan tertulis dalam Kejadian 1:1  “beresith bara elohim et hasamayim” pada mulanya Allah menciptakan  “dua” langit itu…”

-          Perhatikan akhiran “ayim” pada kata “samayim.” Merujuk pada kasus “jamak berjumlah dua” bedakan dengan akhiran “iyim” yang merujuk pada kasus jamak berjumlah “tiga atau lebih.

-          Samayim yang diciptakan Allah akan dilenyapkan karena tidak bersifat kekal. Terdiri dari langit di bawah atmosfer dan langit di atas atmosfer yang disebut dalam bahasa Ibrani “raqia” atau cakrawala.

2.       Indikasi langit ke tiga adalah sorga kekekalan, tempat tahta Allah dan malaikat-malaikatnya serta orang-orang yang telah lahir baru.

-          Dalam II Korintus 12:2 rasul Paulus diangkat ke sorga kekekalan tempat tahta Allah dan para malaikat

3.       Mengapa sorga kekekalan tidak bertingkat-tingkat?

-          Kata “τριτου ουρανου/ tritou ouranou” atau “sorga yang ketiga kalinya”

Merujuk pada kasus “attributive position”

 kata sifat + kata benda (kata benda jika tidak disertai artikel ho, he, to, dll)

dalam hal ini “tritou” (kata sifat, tunggal, genetive) + “ouranou” (kata benda, tunggal, genetive) berarti “SORGA YANG KETIGA KALINYA”

Kalau “tiga” yang dimaksud adalah “tingkat bersusun tiga” maka seharusnya tertulis “triton” (genetive jamak) karena tertulis kata “tritou” maka artinya bukan “tiga” melainkan “tiga kali”kata “tritou” ini digunakan juga di dalam Matius 26:44

-          Jadi Rasul Paulus diangkat ke sorga fase ketiga/ sorga yang ketiga-kalinya, yaitu fase kekekalan.

·         Fase pertama, sebelum hingga kematian Kristus di kayu salib, ditandai dengan bangkitnya orang-orang kudus sesaat setelah ucapan “sudah selesai” dari Kristus.

·         Fase kedua, masa kematian Kristus di kayu salib hingga berakhirnya kerajaan 1000 tahun

·         Fase ketiga, sorga kekekalan, sorga

sorga bertingkat tiga

BUMI TIDAK MENGELILINGI MATAHARI (geosentris alkitabiah)

BUMI TIDAK MENGELILINGI MATAHARI

 

Sadarkah anda, bila benar bumi berputar mengelilingi matahari? Bumi sudah diciptakan pada hari pertama, sementara matahari baru diciptakan pada hari keempat? Sungguh janggal kejadian ini? Pada hari pertama hingga hari ketiga bumi mengitari apa? Apakah Alkitab Salah? Ataukah Tuhan tidak mahatahu, seolah-olah kepandaianNya dikalahkan oleh para ilmuwan yang menolak kebenaran Alkitab dengan pendapat mereka bahwa bumi mengelilingi matahari?

 

Alkitab berkata bahwa bumi tidak mengelilingi matahari, tapi sebaliknya mataharilah yang mengelilingi bumi.

 

Kasus di dalam Kejadian 1:1-2, Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.

 

Terindikasi bumi tidak berputar pada porosnya dan tidak berotasi mengelilingi matahari, sebab matahari belum diciptakan pada hari pertama. Justru gerakan terang Roh Allah melayang-layang mengitari dan menyinari bumi hingga terjadinya petang dan pagi. Setelah hari keempat, Allah menciptakan matahari untuk menggantikan gerakan Allah.

 

Jadi bumi tidak berputar mengelilingi matahari dulu, kini, hingga musnahnya bumi. Betapa kebenaran Alkitab telah dinodai dengan pengajaran yang di’teorikan’ oleh para ilmuwan penentang Alkitab.

 

2 Kor. 13:8 Karena kami tidak dapat berbuat apa-apa melawan kebenaran; yang dapat kami perbuat ialah untuk kebenaran.

 

MATAHARI MENGELLINGI BUMI (geosentris alkitabiah)

Matahari BEREDAR MENGELILINGI Bumi

Mazmur 19:6

 *ITB* (19-7) Dari ujung langit ia terbit, dan ia beredar sampai ke ujung yang lain; tidak ada yang terlindung dari panas sinarnya.

*KJV* His going forth is from the end of the heaven, and his circuit unto the ends of it: and there is nothing hid from the heat thereof.

** וְהוּא כְּחָתָן יֹצֵא מֵחֻפָּתֹו יָשִׂישׂ כְּגִבֹּור לָרוּץ אֹֽרַח׃

TUHAN Maha Mengetahui, memberikan pengetahuanNya kepada umatNya dengan mutlak benar dan tiada salah.

Melalui ayat ini, Tuhan ingin supaya umatNya percaya bahwa Matahari berputar mengelilingi bumi, bukan bumi mengelilingi matahari.

Kata Ibrani ‘motsa’ berarti bergerak terbit, dalam versi KJV diterjemahkan ‘going.’ Bukanlah kata kiasan apabila Tuhan Sang Pencipta berkata ‘Matahari Terbit’ artinya mataharilah yang bergerak terbit bukan bumi yang bergerak untuk ‘mencari siang’ dan bergerak membelakangi matahari supaya ada malam.

Kata Ibrani ‘tequfah’ berarti putaran/gerakan berputar, dalam versi KJV

diterjemahkan ‘circuit,’ LAI menterjemahkan BEREDAR, Tuhan maha tahu dan maha benar, ketika Ia berfirman bahwa matahari beredar berputar mengelilingi bumi maka perputaran matahari mengelilingi bumi dapat dibuktikan dengan ilmu pengetahuan.

*[[Mazmur 119:43]]* Janganlah sekali-kali mencabut firman kebenaran dari mulutku, sebab aku berharap kepada hukum-hukum-Mu.

BUMI TIDAK BEROTASI (geosentris alkitabiah)

BUMI DIAM TAK BEROTASI

 

Serangan terhadap Alkitab sangat bervariasi dan terjadi di segala lini. Menyerang kebenaran Alkitab sama artinya dengan menyerang Tuhan. Tidak mempercayai kebenaran Alkitab sama dengan tidak mempercayai Tuhan.

 

Geosentris adalah teori kebenaran yang Tuhan ajarkan kepada umatNya melalui Alkitab. Secara nyata dan sesungguhnya bumi tidak berputar pada porosnya dan tidak berotasi mengelilingi matahari. Sungguh miris kondisi ilmu pengetahuan dan keimanan di Indonesia yang sangat dipengaruhi oleh teori evolusi dan teori Big Bang yang meracuni dunia pendidikan anak cucu orang-orang percaya.

 

Pada kesimpulan hati nurani mereka akhirnya berkata bahwa Alkitab penuh kesalahan karena melawan Ilmu pengetahuan. Lambat laun kecintaan pada Alkitab menjadi berkurang itu artinya kecintaan pada Tuhan pun berkurang.

 

Saat ini Tuhan sedang mencari para ilmuwan yang mengasihi Tuhan dan kebenaran Alkitab. Yang berani berkata bahwa bumi diam tak berputar.

 

Mazmur 93:1

 

*ITB* TUHAN adalah Raja, Ia berpakaian kemegahan, TUHAN berpakaian, berikat pinggang kekuatan. Sungguh, telah tegak dunia, tidak bergoyang

 

*ITL* Bahwa Tuhan yang memegang perintah, dan Iapun berpakaikan kemuliaan, ia itulah perhiasan Tuhan, dan kuasa itulah mengikat pinggangnya. Maka bumi ini telah tetap, tiada ia akan bergoncang.

 

*KJV* The LORD reigneth, he is clothed with majesty; the LORD is clothed with strength, wherewith he hath girded himself: the world also is stablished, that it cannot be moved.

 

 

 

** יְהוָה מָלָךְ גֵּאוּת לָבֵשׁ לָבֵשׁ יְהוָה עֹז הִתְאַזָּר אַף־תִּכֹּון תֵּבֵל בַּל־תִּמֹּֽוט׃

 

Kata ‘kun’ dlm bahasa ibrani tegak, tidak miring seperti anggapan ilmuwan tanda kutip. Sementara kata ‘mo’ dalam bahasa Ibrani, gerak. Ayat tersebut di atas ingin memberitahukan kita bahwa bumi TEGAK dan TIDAK BERGERAK, tidak berputar pada porosnya dan tidak berotasi mengelilingi matahari